Senin, 24 Mei 2010

"Api dan Asap"






Rasul Paulus berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Roma 8:28

SUATU ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tidak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampungnya. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau yang tidak berpenghuni, sendirian, dan tidak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan nyawanya. Setiap saat, dipandangnya ke seluruh penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang dapat merapat. Sayang pulau ini terlalu terpencil. Hampir tidak ada kapal yang mau melewatinya.

Lama-kelamaan, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu,untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekadar tempat untuk melepas lelah. Disusunyalah semua daun nyiur dengan cermat agar bangunannya itu kokoh dan bertahan lama. Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk pengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya.

Namun, ia terkejut. Semuanya hangus terbakar dan rata dengan tanah, hamper tidak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena api yang ia padamkan. Asap serta nyala api mulai membumbung tinggi sampai menghanguskan kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, “Ya, Tuhan, mengapa Engkau melakukan hal ini kepadaku? Mengapa? Mengapa?” teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba ….. terdengar bunyi peluit yang di tiup, “Tuittt …. Tuuiittt.” Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang untuk menghampiri pria yang menangisi gubuknya ini. Pria ini terkejut, lalu bertanya, “Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini? Mereka menjawab, “Kami melihat symbol asap dari kamu!!”


"Hal yang perlu kita ingat adalah asap dari api di dalam hidup kita justru bisa menjadi symbol bagi orang lain untuk datang menolong kita. Semua hal yang terburuk yang dapat kita pikirkan akan selalu mendapat jawaban yang menyejukan dari Tuhan. Karena Ia mahatahu tentang hal-hal yang terbaik bagi hidup kita, asalkan kita tidak kehilangan harapan kepada Tuhan."

"Tuhan bimbinglah saya untuk mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus pasrah, serta berkah untuk mengambil keputusan yang tepat dengan penuh keyakinan. Sebab keputusan hari ini merupakan kenyataan besok."

(Robert H. Schuller)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar